Etika bisnis yang harus diketahui pengusaha pemula

bisnis

Etika Berbisnis

Etika Berbisnis“Pedagang (pebisnis) yang jujur dan amanah ditempatkan Allah bersama Nabi, Syuhaha, dan Sholihin (orang-orang yang shalih)”

Kedudukan seorang pedagang dan wirausahawan yang begitu terhormat dapat dicapai , apabila pedagang tersebut adalah pedagang yang jujur, amanah dan terpercaya. Kejujuran merupakan pilar paling penting bagi seorang pebisnis. Kejujuran merupakan piranti utama etika bisnis dalam Islam.

Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila mereka berbicara tak berdusta, jika berjanji tak menyalahi, jika dipercaya tak khianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tak memuji-muji barang dagangan, jika berhutang tak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tak mempersulit” (H.R.Baihaqi).

Larangan Rasul saw menggunakan sumpah palsu dalam berbisnis merupakan anjuran untuk menegakkan kejujuran dalam aktivitas bisnis. Betapa pentingnya akhlak kejujuran dan amanah, sehingga para ulama sepanjang sejarah menyimpukan bahwa sifat utama Nabi adalah shiddiq, amanah, tabligh, dan fatanah.

Baca juga : Jalan sukses dan Cara sukses

Kejujuran menempati urutan pertama. Hal ini menunjukkan bahawa kejujuran menjadi sifat terpenting bagi pebisnis, selanjutnya amanah (terpercaya, bertanggung jawab dan profesional). Berikutnya tabligh yang berarti tranparansi dan komunikatif. Sedangkan kepintaran ditempatkan pada urutan keempat. Hal ini menunjukkan bahwa kejujuran dan amanah lebih utama dari hanya sekedar kepintaran.

Rasul saw menekankan pentingnya sikap senang dan saling ridha antar para pihak yang terlibat dalam bisnis. Jangan sampai terjadi perasaan benci dan penyesalan antara kedua belah pihak, akibat salah satu pihak melakukan kecurangan, penipuan atau kezaliman. Firman Allah, ”Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang bathil, melainkan dengan perdagangan yang saling ridha di antara kamu.(QS.An-Nisaa’ :29).

Di antara ajaran Rasul saw tentang penegakan etika bisnis, riba mendapat sorotan dan tekanan cukup tajam. Banyak ayat dan hadits yang mengecam riba dan menyebutnya sebagai perbuatan terkutuk dan dosa besar yang membuat pelakunya kekal di dalam neraka.

Paradigma pemikiran masyarakat yang telah terbiasa dengan system riba (bunga) digesernya menjadi paradigma syariah secara bertahap. Menurut para ahli tafsir, proses perubahan tersebut memakan waktu 22 tahunan. Pada awalnya hampir semua orang beranggapan bahwa system riba (bunga) akan menumbuhkan perekonomian, tetapi justru menurut Islam, riba malah merusak perekonomian. (lihat surah Ad-Dzumar : 39-41).

Untuk melahirkan kekuatan ekonomi umat di Madinah, Nabi melakukan sinergi dan integrasi potensi ummat Islam. Beliau integrasikan suku Aus dan Khazraj serta Muhajirin dan Anshar dalam bingkai ukhuwah yang kokoh untuk membangun kekuatan ekonomi umat. Muhajirin yang jatuh “miskin” kerana hijrah dari Mekkah, mendapat bantuan yang signifikan dari kaum Anshar.

Kaum Muhajirin yang piawai dalam perdagangan bersatu (bersinergi) dengan kaum Anshar yang memiliki modal dan produktif dalam pertanian. Kaum Anshar yang sebelumnya merupakan produsen yang lemah menghadapi konglomerat Yahudi, kini mendapatkan hak yang wajar dan kehidupan yang lebih baik. Kerjasama ekonomi tersebut membuahkan hasil gemilang dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi ummat. Akhirnya banyak kaum muslimin yang membayar zakat, berwaqaf dan berinfaq untuk kemajuan Islam.

Jalan Sukses Vs Cara sukses

Sukses

Apakah semua orang berhak Sukses?

Bagaimana bisa sukses jika Anda masih seperti ini :
 
1. Tidak tau kekuatan dan kelemahan diri
2. Mengikuti orang lain dalam memutuskan pekerjaan, kegiatan, hobi, bisnis dll
3. Memaksakan semua kegiatan yang sebetulnya Anda memiliki kelemahan disitu
4. daaaan masih banyak yang lainnya
 
Jalan Sukses vs Cara Sukses
 
Apa itu jalan sukses?
Sebuah arah dan titik tujuan dimana jika Anda berada di arah dan titik itu maka akan membawa kepada kesuksesan (seperti Gmaps di hape yang mengarahkan ke tujuan dengan jalan terbaik dan tepat)
 
Apa itu cara sukses?
Sebuah tools yang bisa digunakan sebagai alat mencapai kesuksesan seperti belajar, action, pantang menyerah, dll (ini contoh lainnya seperti pesawat, mobil, motor yang bisa mengantarkan ke tujuan jika melakukan perjalanan)
 
Apakah Anda pernah seperti ini
– Berusaha, action, belajar, daaaan mencoba cara sukses semaksimal mungkin tapi belum sukses juga?
 
Pertanyaannya :
“Apakah Anda sudah tahu jalan sukses? atau fokus ke cara sukses?”
 
…Padahal,
Jika tidak tahu jalan sukses, maka ibarat kata Anda tidak tahu harus berada dimana untuk sukses dan harus kemana
 
Akhirnya meniru orang, mencoba memulai bisnis yang katanya menghasilkan untuk Anda, mengikuti apa kata orang dalam menentukan sekolah, kuliah, bisnis, pekerjaan dll
 
Nah lalu APA ITU JALAN SUKSES?
 
dan BAGAIMANA MENEMUKAN JALAN SUKSES?
Sumber : Newsletter Anggi Sharia Institut

Network adalah New Worth anda

network

Akhir-akhir ini saya sering kali membaca artikel tentang finansial, baik investasi maupun cara memanage keuangan. Bahkan belum lama ini saya meluangkan waktu khusus untuk bertemu mba Ligwina Hananto salah satu financial planner yang banyak dikenal orang.

Saya melakukan itu agar lebih melek tentang “uang” apakah Anda juga sudah belajar tentang uang? Bagaimana cara melipatgandakannya? Bagaimana memanagenya? Dan lain sebagainya?

Saya hanya ingin mengingatkan, hati-hati terjebak dalam tujuan yang hanya uang karena dalam mencapai tujuan kesuksesan yang dicapai ada faktor lain yang mempengaruhi dan saya sadari betul hal itu sangat berpengaruh pada perubahan dalam hidup saya, yaitu “Networking”.

Anda pasti sering lihat chanel youtube saya kan? Saya sering bertemu orang-orang sukses tersebut hanya karena berawal dari memberanikan diri mengikuti beberapa workshop dan training.

Karena disanalah tempat orang sevibrasi berkumpul dan paham bahwa ilmu dan relasi lebih penting dari uang. Jika Anda membangun network yang bagus maka net worth pun otomatis berkembang.

Sering saya bahas bahwa income 5 teman terdekat Anda menggambarkan income Anda. Karena mindset, habit, dan juga network akan saling meniru disana dan mewujudkan diri Anda yang sekarang.

Mulai sekarang, berfikirlah untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan tujuan hidupmu. Sehingga apa yang anda inginkan, akan lebih mudah dicapai.

Lancar Bahasa Korea Untuk Pemula

Perkenalan Diri

Akhir-akhir ini demam Korea yang dikenal dengan sebutan Korean Wave atau hallyu dalam bahasa Korea ,sedang melanda seluruh dunia, yang disebarluaskan melalui sosial,budaya, dan ekonomi Korea Selatan. Bukan hanya di Asia, gelombang ini menyebar sampai Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Hal ini memengaruhi dunia internasional untuk mempelajari dan mendalami bahasa Korea sebagai suatu sarana untuk lebih dekat lagi dengan negara yang dijuluki negeri ginseng ini. Continue reading “Lancar Bahasa Korea Untuk Pemula”

Sejarah Hangeul

Annyeonghasimnikka yeoreobun.
Jega sogaereul hagesseumnida.
Jeoneun Yuni Rafika Dewi imnida.
Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai sejarah hangeul.

Hangeul (한글) merupakan huruf resmi yang digunakan oleh bangsa Korea (Semenanjung Korea), meliputi Korea Utara dan Korea Selatan. Huruf ini diciptakan oleh raja keempat dari Dinasti Joseon (1418-1450 M), yaitu Raja Sejong Yang Agung (1397-1450 M) pada tahun 1443, tepat setelah 25 tahun beliau naik tahta. Raja Sejong dibantu para ilmuan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Jiphyeonjeon dalam proses penciptaan hangeul. Saat itu hangeul diberi nama “Hunmin Jeongeum” yang artinya “tulisan untuk rakyat” atau “suara yang benar(tepat) untuk diajarkan kepada rakyat” disertai penjelasannya.
Hunmin Jeongeum (훈민 정음) mulai dipublikasikan tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 9 oktober 1446 dalam buku Hunmin Jeongeum Haeryebon (Edisi Penjelasan Hunmin Jeongeum). Hunmin Jeongeum kemudian dikenal dengan sebutan “Hangeul” yang artinya “The Script Of Han (Korea)” atau “Great Script”. Hangeul sendiri berarti “alfabet han” atau “alfabet agung” dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1997 Hunmin Jeongeum didaftarkan sebagai warisan dunia UNESCO dan menjadi harta nasional Korea Selatan nomor 70.
Hunmin Jeongeum Haeryebon (훈민 정음 핼예본) sebelum diciptakannya huruf hangeul, masyarakat Korea menggunakan aksara Tiongkok, orang Korea menyebutnya hanja (kanji). Karakter hanja yang rumit dan sangat banyak membuat aksara ini hanya dikuasai oleh kaum bangsawan (yangban) dan golongan elit. Pengucapannya juga berbeda dengan bahasa Korea sendiri agar rakyat kelas bawah pun mampu membaca maupun menulis. Ini sebagai bukti bahwa bangsa Korea bisa mandiri dan terlepas dari budaya Tionghoa.
Awalnya penggunaan hangeul sempat mendapat tentangan dari kaum bangsawan. Namun, Raja Sejong mampu mempertahankan huruf hangeul untuk digunakan dalam kehidupan bangsa Korea. Kini suku Cia-Cia di Sulawesi Tenggara, Indonesia, pun turut menggunakan huruf hangeul dalam penulisan bahasa tradisional mereka secara tidak resmi.

Cukup sekian ulasan mengenai sejarah singkatnya hangeul.
Gomapseumnida.
Annyeong